DAMPAK NEGATIF INTERNET BAGI REMAJA USIA SEKOLAH
Guru pembimbing :
Dartun
Eko, S.Kom
Disusun oleh :
Andri Lukman Fauzi (02)
Surya Adi Nugraha (28)
Kelas :
IX H
i
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillahirabbil’alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT, kami telah menyelesaikan makalah yang berjudul "Dampak Negatif Internet Bagi Remaja Usia Sekolah".
Makalah ini dibuat untuk menganalisis berbagai dampak positip dan negatif internet terhadap pelajar melalui metode pengamatan dan tinjauan pustaka.
Harapan kami semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi kita sehinga dapat mengantisipasi berbagai dampak positip dan negatip internet.
Makalah yang kami buat ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan masukan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.
Sumpiuh,27 Maret 2015
Penyusun
ii
DAFTAR
ISI
Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Bab I. Pendahuluan 1
1.1. Latar Belakang1
1.2. Tujuan Penulisan1
1.3. Ruang Lingkup 1
1.4. Sumber Data 1
1.5. Metode1
Bab II. Pembahasan dan Isi 2
2.1. Dampak positip internet terhadap pelajar 2
2.2. Dampak negatip internet terhadap pelajar 3
Bab III. Penutup 6
3.1. Simpulan 6
3.2. Saran 6
Daftar Pustaka 7
iii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latarbelakang
Dengan hadirnya internet yang
merupakan pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka semakin mudah
mengakses berbagai informasi secara internasional. Internet merupakan
Interconnection Networking secara global karena merupakan jaringan komputer
dalam skala internasional. Internet merupakan salah satu sumber belajar bagi
pelajar, karena dengan menggunakan internet pelajar dapat mengakses
informasi-informasi secara cepat dan mudah. Bahkan berbagai sumber informasi
dari berbagai media dapat dimodifikasi melalui internet.
Perkembangan teknologi yang semakin
modern dan canggih ini bukan hanya memberi manfaat bagi penggunanya tapi juga
menimbulkan pengaruh yang negatif bagi penggunanya, terutama bagi kalangan
pelajar. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet
ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang
dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno.
Dengan adanya internet yang dapat
mempengaruhi sisi baik dan sisi jelek dari pengguna internet terutama
dikalangan pelajar, maka dapat menarik perhatian kami untuk melakukan penelitian
ini, sekaligus menganalisis dampak positip dan dampak negatip internet terhadap
pelajar.
1.2. Tujuan Penulisan
1. Menambah pengetahuan tentang pengaruh internet terhadap penggunanya
2. Menambah pengetahuan tentang dampak positip dan negatip internet bagi pelajar.
1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penulisan makalah ini
adalah mencakup pengaruh atau dampak internet terhadap penggunanya. Dampak yang
ditimbulkan oleh internet terhadap pelajar dapat bersifat positip dan dapat
bersifat negatip. Antisipasi perlu dilakukan agar pelajar tidak kecanduan
internet.
1.4. Sumber Data
1. Tinjauan pustaka tentang pengertian dan sejarah internet
2. Pengamatan langsung terhadap perilaku pelajar sebagi pengguna internet
3. Tinjauan pustaka tentang dampak positip dan negatip internet terhadap pelajar.
1.5. Metode
Metode yang kami gunakan untuk penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Tinjauan Pustaka
2. Pengamatan langsung
Kami mempergunakan metode ini dengan pertimbangan karena metode ini sangat relevan untuk penulisan makalah dampak positip dan negatip internet terhadap pelajar.
1
BAB
II
PEMBAHASAN
DAN ISI
2.1. Dampak positif internet terhadap pelajar
Berbicara
mengenai dampak positif internet bagi pelajar memang sangat menarik. Betapa
tidak, dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi melalui internet,
banyak sekali perubahan positif yang terjadi, khususnya bagi para pelajar.
Terlebih dengan rasa keingintahuannya yang tinggi, pelajar selalu haus akan
informasi dan ilmu yang ditawarkannya.
Dampak
positif internet bagi pelajar memang menyimpan segudang informasi, data, serta
sumber referenci yang diinginkan serta dibutuhkan oleh para pelajar. Dari
beberapa pengamatan selama ini, berikut beberapa poin dampak positif internet
bagi mereka:
A.
Menambah
wawasan dan ilmu
Internet
layaknya buku, bahkan lebih komplit sehingga bukan hanya sekedar jendela dunia,
namun pintu dunia. Beragam informasi disuguhkan dan pelajar pun dapat
menyerapnya dalam rangka menambah wawasan serta ilmu, tidak hanya terkait
bidang study yang diajarkan sekolah, namun juga pengetahuan umum lainnya.
B.
Meningkatkan
kegemaran menulis
Internet
menawarkan beragam kesempatan bagi para pelajar untuk meningkatkan kegemaran
menulisnya. Mereka dapat menulis di berbagai forum, blog pribadi, maupun
kolom-kolom komentar dengan gaya penulisan serta pilihan kata
masing-masing.
C.
Meningkatkan
penguasaan teknologi
Melalui
internet, para pelajar akan dihadapkan pada kebiasaan mengakses dan
memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi, khususnya komputer, baik dari
segi pemanfaatan, perawatan, atau bahkan perbaikan. Hal ini secara tidak
langsung akan menambah ilmu-ilmu praktis bagi mereka.
D.
Menumbuhkan
kreativitas
Dengan
internet, para pelajar akan banyak menemukan ide-ide cemerlang yang dapat
mereka aplikasikan dalam kehidupan nyata. Beragam jenis tutorial dan cara-cara
praktis seputar kehidupan disuguhkan dengan bahasa yang mudah dipahami.
E.
Menambah
pertemanan
Melalui
internet, para pelajar dapat berkenalan dengan orang-orang dari berbagai
penjuru dunia. Jarak, ruang, dan waktu seolah tidak mampu membatasi interaksi
tersebut sehingga pelajar akan lebih mudah bergaul dan bersosialisasi.
2
2.2. Dampak Negtif internet
terhadap pelajar
Internet ibarat pisau bermata dua. Di tangan
orang yang benar maka internet dapat menjadikan seseorang bertambah ilmu dan
pengetahuannya. Sebaliknya di tangan orang yang tidak bertanggung jawab
internet dapat mencelakai diri sendiri dan orang lain. Di balik kecanggihan
teknologi yang dibuat manusia ini ternyata menyimpan kelemahan. Kelemahan
itulah yang sering dijadikan lahan bisnis yang empuk oleh orang yang tidak
memikirkan kerugian pada generasi yang akan datang. Situs-situs yang tak layak
dibaca dan dilihat di publik banyak beredar. Pornografi secara terang-terangan
sering bermunculan dibalik sebuah informasi yang dibaca di internet ini.
Menurut Guru Besar Kriminolog UI Adrianus Meliala
dari laman tekno.kompas.com
(16/03/2012), sejak tahun 2005 Indonesia masuk adalam 10 negara yang paling
banyak mengakses situs porno. Pada tahun 2005 Indonesia berada di posisi ke-7,
tahun 2007 di posisi ke-5, dan tahun 2009 di posisi ke-3. Peringkat Indonesia
cenderung meningkat seiring dengan pesatnya penggunaan internet yang mencapai
55,2 juta orang pada tahun 2011.
Suburnya potensi bisnis pornografi dipicu oleh
pengguna internet pemula. Mereka lebih banyak ingin mencari tahu situs-situs
yang mengundang rasa ingin tahu. Selanjutnya, ada yang ketagihan dan ada yang
sesekali saja melihat situs tersebut.
Menurut Adrianus, tahun 2008 jumlah anak yang
tertayang sebagai subyek dan obyek situs porno sebanyak 4.000 0rang. Tahun 2011
meningkat menjadi 16.000 orang atau naik menjadi 4 kali. Dampak bisnis ini
menghancurkan masa depan bangsa. Jika sejak awal moral anak-anak sudah rusak,
selanjutnya mereka akan menjadi beban hidup masyarakat.
Untunglah Kementerian Informasi dan Komunikasi
(Kominfo) di Indonesia memblokir situs-situs yang dapat merusak moral anak
bangsa ini. Kata atau kalimat yang mengandung unsur atau makna pornografi tidak
bisa dibuka. Namun demikian masih banyak situs-situs yang beredar dengan kata
atau kalimat yang luput dari sensor pemerintah. Selain itu, masih ada
situs-situs luar negeri yang diselipkan pada iklan yang mengandung pornografi
juga luput dari sensor.
Selain sisi negatif dari pornografi ternyata
internet masih menyimpan sisi negatif yang lain, terutama bagi pelajar. Membuka
internet yang berlebihan biasanya yang membuat dampak negatif pada anak-anak
usia sekolah. Situs yang sering dibuka secara berlebihan waktunya antara lain
game online dan situs jejaring sosial facebook. Berikut 10 dampak negatif dunia
maya atau internet bagi pelajar.
Penyimpangan perilaku sosial ini antara lain
kurang atau tidak mau bergaul dengan teman-teman sebayanya. Pelajar cenderung
mengurung diri dan asik menikmati dunia maya tanpa menghiraukan apa yang telah
terjadi di sekitarnya. Jika situs yang dibuka positif tidak begitu masalah.
Biasanya pelajar akan menceritakan petualangannya di dunia maya karena
mendapatkan ilmu baru. Akan tetapi jika situs yang dibuka adalah situs
pornografi, maka ia akan sembunyi-sembunyi mengatakannya. Hanya kepada teman
tertentu saja yang diceritakan supaya tidak ketahuan. Perilaku sosial
menyimpang yang lain adalah ia akan cemas, khawatir dan merasa tidak percaya
diri (PD) jika tidak membawa ponselnya. Blackberry Messenger (BBM) atau situs
facebook yang selalu menemani membuat anak tidak bisa berkomunikasi dengan teman-temannya.
Ia hanya tahu dunianya sendiri.
3
2. Prestasi sekolah menurun
Biasanya pelajar yang kecanduan internet secara
berlebihan akan mengganggu aktifitas belajarnya. Waktu yang seharusnya
digunakan untuk belajar digunakan untuk internet.Sebelum ia mengenal internet
ia rajin belajar. Pekerjaan Rumah (PR), tugas sekolah, dan lain-lain dikerjakan
dengan penuh tanggung jawab, namun setelah ia kecanduan internet maka hal itu
dilakukan ala kadarnya. Tugas dan PR sering menyontek teman-temannya. Ulangan
nilainya jelek karena tidak pernah belajar. Akibat fatal ia tidak naik kelas
dan bahkan tidak lulus.
Berbohong atau menipu dilakukan untuk menutupi
kesalahannya. Beberapa pelajar berbohong untuk masuk ke warung internet
(warnet) membuka situs game online. Berjam-jam ia luangkan waktu untuk main
game ini. Selain itu waktu yang seharusnya digunakan untuk membantu orang tua
bagi pelajar yang harus membantu orang tua malah digunakan pura-pura ke warnet
untuk mencari bahan tugas. Pada hal mencari bahan untuk tugas hanya sebentar,
paling hanya setengah jam, namun membuka situs lain yang berjam-jam.
Mungkin orang tua tidak mengetahui jika anaknya
membolos sekolah karena pamit dari rumah seperti biasa memakai seragam sekolah
dan memakai tas sekolah. Tetapi ternyata di dalam tas sudah ada pakaian ganti
supaya tidak ketahuan nantinya jika ke warnet pelajar dari mana. Orang tua baru
menyadari setelah ada panggilan dari pihak sekolah jika anaknya sering membolos
sekolah.
Tindakan pornoaksi atau asusila sudah banyak
diberitakan di media cetak maupun elektronik tentang kejahatan seksual yang
disebabkan oleh internet. Terutama yang terjadi melalui situs pertemanan
facebook. Korban biasanya perempuan usia sekolah. Dengan mudahnya pelaku
menculik, mencabuli, dan bahkan memperkosa korbannya.
Pornografi ternyata tidak hanya dilakukan oleh
orang dewasa saja. Orang dewasa sudah cukup umur dan psikisnya untuk membuka,
akan tetapi anak belum cukup umur dan belum siap secara psikisnya. Jika
situs-situs pornografi dibuka oleh anak maka akan mempengaruhi kesehatan
reproduksi dan kesehatan psikologi.
Dampak negatif yang berkaitan dengan kesehatan
adalah mata. Karena seringnya menggunakan internet, baik lewat ponsel, PC,
maupun laptop maka mata dipaksa berakomodasi. Jika ini dilakukan dalam jangka
waktu yang lama maka mata mengalami penglihatan minus. Cepatnya mata menjadi
minus karena dalam menggunakan gadget ini minim cahaya. Cahaya hanya didapat dari
gadget, sehingga mau tak mau mata terus bekerja untuk dapat melihat. Pada hal
untuk dapat melihat dengan baik seharusnya mata mendapatkan cukup cahaya.
Memakai kaca mata memang bisa menjadi solusi,
akan tetapi jika kebiasaan buruk ini sering dilakukan, maka besaran angka minus
bahkan silinder akan menambah beban mata.
4
7. Malas melakukan aktifitas
Pelajar yang kecanduan internet biasanya malas
melakukan aktifitas baik yang berkenaan dengan dirinya sendiri maupun orang
lain. Yang berkenaan dengan dirinya sendiri misalnya mandi, makan, belajar, dan
lain-lain. Yang berkenaan dengan orang lain misalnya kegiatan dengan teman atau
lingkungannya cenderung diabaikan. Kegiatan kelompok atau kerja bakti di
lingkungan tempat tinggalnya tidak mau untuk melakukannya.
Beberapa pelajar yang sekarang ini sering tawuran
tak jarang karena status yang dibuat di jejaring sosial facebook. Status dengan
kata atau kalimat tidak bagus memancing teman di faecooknya membuat perkelahian
di dunia nyata. Saling adu kekuatan fisik membuat mereka tak kenal norma-norma
agama dan sosial.
Kejahatan dunia maya atau cyber crime
juga akibat dari terlalu seringnya menggunakan internet. Bakat IT yang dimiliki
anak tidak tersalurkan sehingga anak menjadi hacker (peretas)
situs-situs sehingga dapat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri. Anak
yang seperti ini jika mendapatkan bimbingan yang tepat maka bakat IT nya bisa
dikembangkan dan disalurkan ke arah yang positif.
Anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan
mana yang buruk. Hal ini jika bekal agama yang ditanamkan pada anak kurang dan
kurang bimbingan dari orang tua. Kata-kata yang tak senonoh sering dilontarkan
di depan publik, bahkan di depan orang tua atau gurunya di sekolah.
Hendaknya para orang tua mengetahui perilaku
anaknya. Terutama jika ada perilaku yang menyimpang. Jika kebetulan di rumah
ada internet hendaknya anak membuka internet di ruang yang biasa dijangkau oleh
semua anggota keluarga. Jika anak ingin membuka situs-situs yang tidak pantas
maka ia akan malu dan tidak akan membukanya lagi. Orang tua juga hendaknya
membatasi waktu anak untuk membuka internet, misal hanya dua jam saja, selain
itu waktu untuk membuka juga sebaiknya ditentukan, misal bukan pada jam belajar
atau pada waktu istirahat misal tengah malam. Orang tua hendaknya juga
mengetahui dan menjadi teman di facebook anaknya. Sehingga anaknya membuat
status apa, mengunggah gambar apa orang tua akan mengetahuinya.
Orang tua jaman sekarang jangan sampai gagap
teknologi (gaptek). Jika memang benar gaptek maka orang tua hendaknya
dapat menanyakan kepada tetangga atau keluarga yang lain supaya bisa mengawasi
anaknya tidak menyimpang dari perilaku agama dan sosial.
5
BAB
III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Melihat dampak negatif dan positif
dari teknologi informasi dan komunikasi khususnya Internet di atas, dapat
disimpulkan bahwa bila dibandingkan dengan dampak negatif maka dampak
positifnya adalah jauh lebih banyak, jadi tidak mungkin kalau sampai dilarang
di Inonesia.
Internet memberikan manfaat yang
begitu besar bagi pelajar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media
informasi yang tidak mudah untukdi batasi. Berbagai macam informasi dalam
berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya
hanya perlu satu sentuhan jari saja. Berbagai informasi dengan mudah
didistribusikan kepada pemakai internet.
Terlepas dari dampak yang mungkin
akan timbul, internet tetap merupakan suatu teknologi baru di bidang komputer
dan komunikasi yang mampu memberikan berbagai kemudahan bagi para pelajar.
Dalam beberapa tahun ke depan dapat dipastikan bahwa internet akan menjadi
tulang punggung perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
3.2. Saran
Untuk mengatasi atau lebih tepat
mencegah dampak negatif terutama untuk pelajar atau remaja adalah sebagai
berikut :
1. Online block : banyak dari
pelayanan komersil, seperti American Online dan Prodigy mempunyai mekanisme
untuk mengakses daerah terlarang dan tidak tepat untuk anak-anak atau pelajar.
Jika anda
bergabung pada pelayanan online, akrabkan dengannya dan gunakan dengan
persetujuan. Khusus di Indonesia, Radnet – salah satu provider yang ada di
Indonesia memang telah memblokir majalah-majalah porno yang terdapat di
Internet seperti Playboy dan Penthouse.
2. Cheklist : yakinkan bahwa
anak-anak dan remaja tahu mana yang boleh dan tidak boleh. Jangan pernah
berikan informasi pribadi kepada orang asing. Jangan melakukan pertemuan face
to face dengan user yang lain tanpa persetujuan keluarga. Selalu ingat bahwa
anonimitas (ketakbernamaan) dari Net dapat membuat orang menyembunyikan umur
dan identitasnya.
3. Menunggu : tetaplah nongkrong
ketika anak-anak sedang melakukan sesuatu. Tanyakan favorit apa yang mereka
lihat, biarkan mereka mengajarkan pada Anda beberapa ‘stroke’net. Jika Anda
concern pada kegiatan anak pada online, cobalah berbicara pada mereka tentang
hal tersebut. Buatlah komputer menjadi kegiatan keluarga sehingga dapat
dinikmati dan didiskusikan bersama oleh seluruh keluarga.
4. Lihatlah jam : Perhatikan berapa
yang harus dibayar ketika anak menghabiskan waktunya di online. Banyak tagihan
untuk BBS atau Online service. khususnya pada larut malam, mungkin merupakan
indikasi dari suatu masalah.
5. Special Software : Pertimbangkan
pembelian software pembersih seperti Surfwatch, yang mana akan melindungi
computer yang meload dari salah satu tempat access pada Internet yang diketahui
berisi hal-hal sexual. Suatu usaha untuk mencari halaman Penthouse Web, sebagai
contoh,menghasilkan tulisan di layar “Block by Surfwatch”.
6. Anda tidak sendiri : Persatuan orang tua
dan guru di sekolah atau kelompok lainnya yang concern terhadap masalah itu
bersama- sama akan membawa kita ke tempat dimana kita dapat bertukar pengalaman
dan mendapatkan support dari orang yang menghadapi masalah yang sama. Juga
katakan pada tetangga, karena upaya Anda
akan sia-sia jika anak di seberang rumah tanpa batas.
6
DAFTAR
PUSTAKA
7


Tidak ada komentar:
Posting Komentar