Jumat, 27 Maret 2015

Ulangan Harian 3




DAMPAK NEGATIF INTERNET BAGI REMAJA USIA SEKOLAH







Guna memenuhi tugas mata pelajaran TIK 

Guru pembimbing :

Dartun Eko, S.Kom


Disusun oleh :

Andri Lukman Fauzi (02)
Surya Adi Nugraha (28)

    Kelas : 
  IX H





 i   
                                                                                                                                             


KATA PENGANTAR



Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillahirabbil’alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT, kami telah menyelesaikan makalah yang berjudul "Dampak Negatif Internet Bagi Remaja Usia Sekolah".

Makalah ini dibuat untuk menganalisis berbagai dampak positip dan negati
f internet terhadap pelajar melalui metode pengamatan dan tinjauan pustaka.

Harapan kami semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi kita sehinga dapat mengantisipasi berbagai dampak positip dan negatip internet.

Makalah yang kami buat ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan masukan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.


Sumpiuh,
27 Maret 2015


Penyusun




 ii
                                                                                                                                              

DAFTAR ISI


Halaman Judul
i
Kata Pengantar
ii
Daftar Isi
iii

Bab I. Pendahuluan
1
1.1. Latar Belakang
1
1.2. Tujuan Penulisan
1
1.3. Ruang Lingkup
1
1.4. Sumber Data
1
1.5. Metode
1

Bab II. Pembahasan dan Isi
2
2.
1. Dampak positip internet terhadap pelajar 2
2.
2. Dampak negatip internet terhadap pelajar 3

Bab III. Penutup
6
3.1. Simpulan
6
3.2. Saran
6
Daftar Pustaka
7




 iii
                                                                                                                                             
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latarbelakang
Dengan hadirnya internet yang merupakan pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka semakin mudah mengakses berbagai informasi secara internasional. Internet merupakan Interconnection Networking secara global karena merupakan jaringan komputer dalam skala internasional. Internet merupakan salah satu sumber belajar bagi pelajar, karena dengan menggunakan internet pelajar dapat mengakses informasi-informasi secara cepat dan mudah. Bahkan berbagai sumber informasi dari berbagai media dapat dimodifikasi melalui internet.
Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih ini bukan hanya memberi manfaat bagi penggunanya tapi juga menimbulkan pengaruh yang negatif bagi penggunanya, terutama bagi kalangan pelajar. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno.
Dengan adanya internet yang dapat mempengaruhi sisi baik dan sisi jelek dari pengguna internet terutama dikalangan pelajar, maka dapat menarik perhatian kami untuk melakukan penelitian ini, sekaligus menganalisis dampak positip dan dampak negatip internet terhadap pelajar.

1.2. Tujuan Penulisan
1. Menambah pengetahuan tentang pengaruh internet terhadap penggunanya
2. Menambah pengetahuan tentang dampak positip dan negatip internet bagi pelajar.

1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penulisan makalah ini adalah mencakup pengaruh atau dampak internet terhadap penggunanya. Dampak yang ditimbulkan oleh internet terhadap pelajar dapat bersifat positip dan dapat bersifat negatip. Antisipasi perlu dilakukan agar pelajar tidak kecanduan internet.


1.4. Sumber Data
1. Tinjauan pustaka tentang pengertian dan sejarah internet
2. Pengamatan langsung terhadap perilaku pelajar sebagi pengguna internet
3. Tinjauan pustaka tentang dampak positip dan negatip internet terhadap pelajar.

1.5. Metode
Metode yang kami gunakan untuk penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Tinjauan Pustaka
2. Pengamatan langsung
Kami mempergunakan metode ini dengan pertimbangan karena metode ini sangat relevan untuk penulisan makalah dampak positip dan negatip internet terhadap pelajar.

 1
                                                                                                                                              
BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI

2.1. Dampak positif internet terhadap pelajar



Berbicara mengenai dampak positif internet bagi pelajar memang sangat menarik. Betapa tidak, dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi melalui internet, banyak sekali perubahan positif yang terjadi, khususnya bagi para pelajar. Terlebih dengan rasa keingintahuannya yang tinggi, pelajar selalu haus akan informasi dan ilmu yang ditawarkannya.

Dampak positif internet bagi pelajar memang menyimpan segudang informasi, data, serta sumber referenci yang diinginkan serta dibutuhkan oleh para pelajar. Dari beberapa pengamatan selama ini, berikut beberapa poin dampak positif internet bagi mereka:
 
A.  Menambah wawasan dan ilmu

Internet layaknya buku, bahkan lebih komplit sehingga bukan hanya sekedar jendela dunia, namun pintu dunia. Beragam informasi disuguhkan dan pelajar pun dapat menyerapnya dalam rangka menambah wawasan serta ilmu, tidak hanya terkait bidang study yang diajarkan sekolah, namun juga pengetahuan umum lainnya. 

B.  Meningkatkan kegemaran menulis

Internet menawarkan beragam kesempatan bagi para pelajar untuk meningkatkan kegemaran menulisnya. Mereka dapat menulis di berbagai forum, blog pribadi, maupun kolom-kolom komentar dengan gaya penulisan serta pilihan kata masing-masing. 

C.  Meningkatkan penguasaan teknologi

Melalui internet, para pelajar akan dihadapkan pada kebiasaan mengakses dan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi, khususnya komputer, baik dari segi pemanfaatan, perawatan, atau bahkan perbaikan. Hal ini secara tidak langsung akan menambah ilmu-ilmu praktis bagi mereka.

D.  Menumbuhkan kreativitas

Dengan internet, para pelajar akan banyak menemukan ide-ide cemerlang yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan nyata. Beragam jenis tutorial dan cara-cara praktis seputar kehidupan disuguhkan dengan bahasa yang mudah dipahami. 

E.   Menambah pertemanan 
Melalui internet, para pelajar dapat berkenalan dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Jarak, ruang, dan waktu seolah tidak mampu membatasi interaksi tersebut sehingga pelajar akan lebih mudah bergaul dan bersosialisasi. 

 2
                                                                                                                                              

2.2. Dampak Negtif internet terhadap pelajar
Internet ibarat pisau bermata dua. Di tangan orang yang benar maka internet dapat menjadikan seseorang bertambah ilmu dan pengetahuannya. Sebaliknya di tangan orang yang tidak bertanggung jawab internet dapat mencelakai diri sendiri dan orang lain. Di balik kecanggihan teknologi yang dibuat manusia ini ternyata menyimpan kelemahan. Kelemahan itulah yang sering dijadikan lahan bisnis yang empuk oleh orang yang tidak memikirkan kerugian pada generasi yang akan datang. Situs-situs yang tak layak dibaca dan dilihat di publik banyak beredar. Pornografi secara terang-terangan sering bermunculan dibalik sebuah informasi yang dibaca di internet ini.
Menurut Guru Besar Kriminolog UI Adrianus Meliala dari laman tekno.kompas.com (16/03/2012), sejak tahun 2005 Indonesia masuk adalam 10 negara yang paling banyak mengakses situs porno. Pada tahun 2005 Indonesia berada di posisi ke-7, tahun 2007 di posisi ke-5, dan tahun 2009 di posisi ke-3. Peringkat Indonesia cenderung meningkat seiring dengan pesatnya penggunaan internet yang mencapai 55,2 juta orang pada tahun 2011.
Suburnya potensi bisnis pornografi dipicu oleh pengguna internet pemula. Mereka lebih banyak ingin mencari tahu situs-situs yang mengundang rasa ingin tahu. Selanjutnya, ada yang ketagihan dan ada yang sesekali saja melihat situs tersebut.
Menurut Adrianus, tahun 2008 jumlah anak yang tertayang sebagai subyek dan obyek situs porno sebanyak 4.000 0rang. Tahun 2011 meningkat menjadi 16.000 orang atau naik menjadi 4 kali. Dampak bisnis ini menghancurkan masa depan bangsa. Jika sejak awal moral anak-anak sudah rusak, selanjutnya mereka akan menjadi beban hidup masyarakat.
Untunglah Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) di Indonesia memblokir situs-situs yang dapat merusak moral anak bangsa ini. Kata atau kalimat yang mengandung unsur atau makna pornografi tidak bisa dibuka. Namun demikian masih banyak situs-situs yang beredar dengan kata atau kalimat yang luput dari sensor pemerintah. Selain itu, masih ada situs-situs luar negeri yang diselipkan pada iklan yang mengandung pornografi juga luput dari sensor.
Selain sisi negatif dari pornografi ternyata internet masih menyimpan sisi negatif yang lain, terutama bagi pelajar. Membuka internet yang berlebihan biasanya yang membuat dampak negatif pada anak-anak usia sekolah. Situs yang sering dibuka secara berlebihan waktunya antara lain game online dan situs jejaring sosial facebook. Berikut 10 dampak negatif dunia maya atau internet bagi pelajar.

1. Perilaku sosial menyimpang

Penyimpangan perilaku sosial ini antara lain kurang atau tidak mau bergaul dengan teman-teman sebayanya. Pelajar cenderung mengurung diri dan asik menikmati dunia maya tanpa menghiraukan apa yang telah terjadi di sekitarnya. Jika situs yang dibuka positif tidak begitu masalah. Biasanya pelajar akan menceritakan petualangannya di dunia maya karena mendapatkan ilmu baru. Akan tetapi jika situs yang dibuka adalah situs pornografi, maka ia akan sembunyi-sembunyi mengatakannya. Hanya kepada teman tertentu saja yang diceritakan supaya tidak ketahuan. Perilaku sosial menyimpang yang lain adalah ia akan cemas, khawatir dan merasa tidak percaya diri (PD) jika tidak membawa ponselnya. Blackberry Messenger (BBM) atau situs facebook yang selalu menemani membuat anak tidak bisa berkomunikasi dengan teman-temannya. Ia hanya tahu dunianya sendiri. 


3
                                                                                                                                             


2. Prestasi sekolah menurun

Biasanya pelajar yang kecanduan internet secara berlebihan akan mengganggu aktifitas belajarnya. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar digunakan untuk internet.Sebelum ia mengenal internet ia rajin belajar. Pekerjaan Rumah (PR), tugas sekolah, dan lain-lain dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, namun setelah ia kecanduan internet maka hal itu dilakukan ala kadarnya. Tugas dan PR sering menyontek teman-temannya. Ulangan nilainya jelek karena tidak pernah belajar. Akibat fatal ia tidak naik kelas dan bahkan tidak lulus.

3. Suka berbohong

Berbohong atau menipu dilakukan untuk menutupi kesalahannya. Beberapa pelajar berbohong untuk masuk ke warung internet (warnet) membuka situs game online. Berjam-jam ia luangkan waktu untuk main game ini. Selain itu waktu yang seharusnya digunakan untuk membantu orang tua bagi pelajar yang harus membantu orang tua malah digunakan pura-pura ke warnet untuk mencari bahan tugas. Pada hal mencari bahan untuk tugas hanya sebentar, paling hanya setengah jam, namun membuka situs lain yang berjam-jam.

4. Membolos sekolah

Mungkin orang tua tidak mengetahui jika anaknya membolos sekolah karena pamit dari rumah seperti biasa memakai seragam sekolah dan memakai tas sekolah. Tetapi ternyata di dalam tas sudah ada pakaian ganti supaya tidak ketahuan nantinya jika ke warnet pelajar dari mana. Orang tua baru menyadari setelah ada panggilan dari pihak sekolah jika anaknya sering membolos sekolah.

5. Pornoaksi dan pornografi

Tindakan pornoaksi atau asusila sudah banyak diberitakan di media cetak maupun elektronik tentang kejahatan seksual yang disebabkan oleh internet. Terutama yang terjadi melalui situs pertemanan facebook. Korban biasanya perempuan usia sekolah. Dengan mudahnya pelaku menculik, mencabuli, dan bahkan memperkosa korbannya.
Pornografi ternyata tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja. Orang dewasa sudah cukup umur dan psikisnya untuk membuka, akan tetapi anak belum cukup umur dan belum siap secara psikisnya. Jika situs-situs pornografi dibuka oleh anak maka akan mempengaruhi kesehatan reproduksi dan kesehatan psikologi.

6. Kesehatan mata terganggu 

Dampak negatif yang berkaitan dengan kesehatan adalah mata. Karena seringnya menggunakan internet, baik lewat ponsel, PC, maupun laptop maka mata dipaksa berakomodasi. Jika ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama maka mata mengalami penglihatan minus. Cepatnya mata menjadi minus karena dalam menggunakan gadget ini minim cahaya. Cahaya hanya didapat dari gadget, sehingga mau tak mau mata terus bekerja untuk dapat melihat. Pada hal untuk dapat melihat dengan baik seharusnya mata mendapatkan cukup cahaya.
Memakai kaca mata memang bisa menjadi solusi, akan tetapi jika kebiasaan buruk ini sering dilakukan, maka besaran angka minus bahkan silinder akan menambah beban mata. 

4
                                                                                                                                            
7. Malas melakukan aktifitas

Pelajar yang kecanduan internet biasanya malas melakukan aktifitas baik yang berkenaan dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Yang berkenaan dengan dirinya sendiri misalnya mandi, makan, belajar, dan lain-lain. Yang berkenaan dengan orang lain misalnya kegiatan dengan teman atau lingkungannya cenderung diabaikan. Kegiatan kelompok atau kerja bakti di lingkungan tempat tinggalnya tidak mau untuk melakukannya.

8. Perkelahian atau tawuran antar pelajar

Beberapa pelajar yang sekarang ini sering tawuran tak jarang karena status yang dibuat di jejaring sosial facebook. Status dengan kata atau kalimat tidak bagus memancing teman di faecooknya membuat perkelahian di dunia nyata. Saling adu kekuatan fisik membuat mereka tak kenal norma-norma agama dan sosial.

9. Cyber Crime

Kejahatan dunia maya atau cyber crime juga akibat dari terlalu seringnya menggunakan internet. Bakat IT yang dimiliki anak tidak tersalurkan sehingga anak menjadi hacker (peretas) situs-situs sehingga dapat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri. Anak yang seperti ini jika mendapatkan bimbingan yang tepat maka bakat IT nya bisa dikembangkan dan disalurkan ke arah yang positif.

10. Mengucapkan kata-kata yang tak senonoh

Anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal ini jika bekal agama yang ditanamkan pada anak kurang dan kurang bimbingan dari orang tua. Kata-kata yang tak senonoh sering dilontarkan di depan publik, bahkan di depan orang tua atau gurunya di sekolah.
Hendaknya para orang tua mengetahui perilaku anaknya. Terutama jika ada perilaku yang menyimpang. Jika kebetulan di rumah ada internet hendaknya anak membuka internet di ruang yang biasa dijangkau oleh semua anggota keluarga. Jika anak ingin membuka situs-situs yang tidak pantas maka ia akan malu dan tidak akan membukanya lagi. Orang tua juga hendaknya membatasi waktu anak untuk membuka internet, misal hanya dua jam saja, selain itu waktu untuk membuka juga sebaiknya ditentukan, misal bukan pada jam belajar atau pada waktu istirahat misal tengah malam. Orang tua hendaknya juga mengetahui dan menjadi teman di facebook anaknya. Sehingga anaknya membuat status apa, mengunggah gambar apa orang tua akan mengetahuinya.
Orang tua jaman sekarang jangan sampai gagap teknologi (gaptek). Jika memang benar gaptek maka orang tua hendaknya dapat menanyakan kepada tetangga atau keluarga yang lain supaya bisa mengawasi anaknya tidak menyimpang dari perilaku agama dan sosial.


 5
                                                                                                                                         
BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Melihat dampak negatif dan positif dari teknologi informasi dan komunikasi khususnya Internet di atas, dapat disimpulkan bahwa bila dibandingkan dengan dampak negatif maka dampak positifnya adalah jauh lebih banyak, jadi tidak mungkin kalau sampai dilarang di Inonesia.
Internet memberikan manfaat yang begitu besar bagi pelajar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang tidak mudah untukdi batasi. Berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja. Berbagai informasi dengan mudah didistribusikan kepada pemakai internet.
Terlepas dari dampak yang mungkin akan timbul, internet tetap merupakan suatu teknologi baru di bidang komputer dan komunikasi yang mampu memberikan berbagai kemudahan bagi para pelajar. Dalam beberapa tahun ke depan dapat dipastikan bahwa internet akan menjadi tulang punggung perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

3.2. Saran
Untuk mengatasi atau lebih tepat mencegah dampak negatif terutama untuk pelajar atau remaja adalah sebagai berikut :
1. Online block : banyak dari pelayanan komersil, seperti American Online dan Prodigy mempunyai mekanisme untuk mengakses daerah terlarang dan tidak tepat untuk anak-anak atau pelajar. Jika anda bergabung pada pelayanan online, akrabkan dengannya dan gunakan dengan persetujuan. Khusus di Indonesia, Radnet – salah satu provider yang ada di Indonesia memang telah memblokir majalah-majalah porno yang terdapat di Internet seperti Playboy dan Penthouse.
2. Cheklist : yakinkan bahwa anak-anak dan remaja tahu mana yang boleh dan tidak boleh. Jangan pernah berikan informasi pribadi kepada orang asing. Jangan melakukan pertemuan face to face dengan user yang lain tanpa persetujuan keluarga. Selalu ingat bahwa anonimitas (ketakbernamaan) dari Net dapat membuat orang menyembunyikan umur dan identitasnya.
3. Menunggu : tetaplah nongkrong ketika anak-anak sedang melakukan sesuatu. Tanyakan favorit apa yang mereka lihat, biarkan mereka mengajarkan pada Anda beberapa ‘stroke’net. Jika Anda concern pada kegiatan anak pada online, cobalah berbicara pada mereka tentang hal tersebut. Buatlah komputer menjadi kegiatan keluarga sehingga dapat dinikmati dan didiskusikan bersama oleh seluruh keluarga.
4. Lihatlah jam : Perhatikan berapa yang harus dibayar ketika anak menghabiskan waktunya di online. Banyak tagihan untuk BBS atau Online service. khususnya pada larut malam, mungkin merupakan indikasi dari suatu masalah.
5. Special Software : Pertimbangkan pembelian software pembersih seperti Surfwatch, yang mana akan melindungi computer yang meload dari salah satu tempat access pada Internet yang diketahui berisi hal-hal sexual. Suatu usaha untuk mencari halaman Penthouse Web, sebagai contoh,menghasilkan tulisan di layar “Block by Surfwatch”.
6. Anda tidak sendiri : Persatuan orang tua dan guru di sekolah atau kelompok lainnya yang concern terhadap masalah itu bersama- sama akan membawa kita ke tempat dimana kita dapat bertukar pengalaman dan mendapatkan support dari orang yang menghadapi masalah yang sama. Juga katakan pada tetangga, karena upaya Anda akan sia-sia jika anak di seberang rumah tanpa batas.


6
                                                                                                                                            
DAFTAR PUSTAKA


7